09 Sep 2026 | Kategori: Pelatihan | : 5 |
Ditulis Oleh : Ferdi Jelahu, MTB
Tepat pada Rabu, 09 September 2026 SMP Bruder Pontianak mendapatkan pendampingan sekolah model yang kedua (2) setelah pendampingan pertama yang dilaksanakan pada (18/8/26) oleh Ibu Madaresita, S.Pd, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), dan Zainal Arifin, S.Pd selaku pendamping sekolah SMP Bruder Pontianak. Kali ini tetap dilaksanakan luring (tatap muka). Kegiatan ini dimulai pukul 11.00-14.30 WIB, di Ruang Multimedia SMP Bruder Pontianak.
Materi kedua membahas tentang Penguatan Substansi Keunggulan Sekolah Model. Cukup menarik karena diawali dengan satu pertanyaan yang mengelitik, yaitu Apakah bukti keunggulan sekolah kita yang bisa kita berikan untuk sekolah lain, setelah melaksanakan pendampingan sekolah model?
Ada beragam jawaban yang disampaikan oleh bapak-ibu guru SMP Bruder, antara lain: Modul ajar sudah sama, dan sudah terintegrasi dengan pendekatan pembelajaran mendalam, ada piagam prestasi murid, ada keberanian dari murid (red. dari rasa takut menjadi berani pada saat presentasi), melakukan intervensi, dari pola pikir tetap (PPT) menjadi pola pikir bertumbuh (PPB). Di samping itu ada juga yang mengatakan kalau dulu pada saat mengajar banyak ceramah dan mencatat, sekarang lebih banyak melibatkan murid dengan berbagai diskusi dan kerja kelompok.
Kepala SMP Bruder Pontianak, Br. Ferdi menyampaikan perlu mengimplementasikan PM secara konsisten, dan dukungan digitaliasai pembelajaran.
Usai mendengar jawaban dari peserta (guru) Ibu Mada membawa paradigma peserta untuk fokus pada pembinaan: 1) Keunggulan belajar murid, 2). Keunggulan mengajar pendidik, dan 3). Keunggulan kepemimpinan kepala sekolah. Beliau menambahkan bahwa masing-masing fokus itu, perlu ada pokok yang perlu ditekan, yang dianggap perlu dibenahi dan diperbaiki.
SMP Bruder Pontianak fokus yang substansial adalah budaya refleksi, baik murid maupun guru. Sementara kepala sekolah memilih fokus pada Implementasi PM dan KKA secara konsisten. Mengapa kepala sekolah memilih implementasi PM? Karena PM merupakan kerangka besar dalam proses pembelajaran mendalam, didalam dengan beberapa dengan pola 8+4+3+3. Maksud pola ini adalah ada delapan Dimensi Profil lulusan, yakni: 1). Keimanan dan ketaqkwaan kepada Tuhan yang Mahaesa, 2). Penalaran kritis, 3). Kolaborasi, 4). Kreativitas, 5). Kemandirian, 6). Kesehatan 7). Kewargaan, 8). Komunikasi. Ada empat (4) Kerangka kerja pembelajaran mendalam: 1). Praktik pedagogis, 2). Lingkungan belajar, 3). Kemitraan pembelajaran, 4). Teknologi digital. Sedangkan Prinsip utama, antara lain: 1). Berkesadaran (mindfull), 2). Bermakna (meaningfull), 3). Menggembirakan (joyfull), Sedangkan Pengalaman belajar, ada tiga, yakni: 1). Memahami, 2). Mengaplikasi, 3). Refleksi.
Maka, secara keseluruhan fokus kegiatan kita pada pada kesempatan ini adalah mempedalam peran aspek pengajar pendidik dan aspek keunggulan murid sesuai dengan kondisi riil yang kita hadapi saat ini.
Artinya apa? Guru masuk kelas bukan hanya fokus mengajar saja (transfer ilmu saja), tetapi fokus pada pola pertumbuhan dan perkembangan murid. Salah satu upaya perubahan yang perlu kita lakukan dalam proses pembelajaran itu adalah refleksi. Bagaimana kekuatan refleksi itu menjadi perubahan dalam diri murid. Refleksi mendorong internalisasi diri. Artinya apa? Murid dapat memahami proses pembelajaran di kelas, dan bisa laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Di sela-sela pemaparan materi, para peserta juga melaskanakan kerja kelompok. Peserta dibagi dalam dua kelompok, kelompok satu mendapat tugas tentang keunggulan mengajar pendidik yang perlu dilakukan sampai pada aksi nyata perlu dibuat, sedangkan kelompok dua lebih mengerjakan tugas bagian aspek keunggulan murid.
Usai mengerjakan tugas kelompok selama 40 menit, dilanjutkan presentasi dari masing-masing kelompok serta menerima masukkan dari peserta lain.
Yang takkala penting adalah masukkan dari pendamping sekolah model. Ini membantu proses pembahaman lebih mendalam. Dengan harapan, dapat usai pelatihan secara perlahan, mulai diimplementasikan dalam kelas secara konsisten.